Pertimbangan dalam membangun Asphalt Mixing Plant (AMP) pada proyek Jalan

Pertimbangan dalam membangun Asphalt Mixing Plant pada proyek Jalan - Proyek jalan merupakan pekerjaan yang sedang banyak di kerjakan terutama di daerah- daerah perbatasan dan remote area. Program pemerintah untuk membangun jalan dari pinggiran disambut baik oleh masyarakat karena jalan dinilai sangat penting untuk menghubungkan satu daerah dengan daerah lain. Ada beberapa klasifikasi jalan yang ada di Indonesia. Kebanyakan tipe jalan yang dibangun di daerah pinggiran adalah tipe jalan nasional. Jalan nasional biasanya menggunakan struktur flexible pavement (Jalan aspal). Oleh karena itu diperlukan banyak material aspal untuk perkerasan jalan. 

Pekerjaan aspal merupakan pekerjaan mayor pada proyek jalan dengan fleksibel pavement. Diperlukan produksi aspal yang besar agar dapat mengejar progres pekerjaan. Selain itu pekerjaan aspal ini juga sangat berpengaruh terhadap biaya proyek sehingga perlu strategi efisiensi penggunaan material aspal. 

Pada umumnya proyek jalan dengan volume aspal besar akan membangun Asphalt Mixing Plant (AMP) untuk membantu produksi pekerjaan aspal. AMP ini merupakan alternatif untuk efisiensi biaya proyek karena kita bisa menekan biaya produksi aspal. Bayangkan jika kita membeli hotmix pada pihak luar berapa biaya yang akan dikeluarkan. Tentu tidak sebanding dengan produksi aspal sendiri menggunakan AMP. Lalu apa saja pertimbangan dalam membangun Asphalt Mixing Plant pada proyek jalan? 
AMP, Stone Crusher, proyek jalan, aspal, asphalt mixing plant

Berikut beberapa pertimbangan dalam membangun AMP pada proyek jalan
  1. Volume pekerjaan hotmix (AC-BC, AC- Base, dan AC-BC) besar 
  2. Pertimbangan biaya membeli hotmix dari luar lebih mahal dibanding membangun AMP sendiri dan memproduksi sendiri.
  3. Tidak memungkin membeli hotmix karena lokasi proyek jauh dari vendor hotmix
  4. Kontraktor harus mempunyai quarry batu sendiri apabila akan membangun AMP. Hal ini berkaitan dengan efisiensi material batu pecah. 
  5. Lokasi Asphalt Mixing Plant harus berdekatan atau jadi satu dengan Quarry dan Stone Crusher
  6. Apabila lokasi proyek jalan masuk dalam remote area diusahakan lokasi AMP dekat dengan sungai besar. Hal ini dilakukan untuk mempermudah pengiriman aspal drum menggunakan ponton. 
  7. Sebelum membangun AMP harus dipersiapkan dengan matang tentang perijinan lingkungan. dan melakukan uji lingkungan 6 bulan sekali. 
  8. Dibuat action plan mengenai penanganan limbah AMP. 
Asphalt mixing plant (AMP) sangat membantu produksi pekerjaan aspal. Dengan adanya AMP, proyek tidak tergantung dari pihak luar. Sehingga waktu dan kapasitas produksi bisa kita maksimalkan sendiri. 

Kontraktor juga harus mempertimbangkan merk dan jenis AMP yang akan digunakan. Hal ini berkaitan dengan kapasitas dan kemampuan Asphalt mixing plant. Jika memang volume pekerjaan aspal besar dan waktu pelaksanaan proyek singkat sebaiknya menggunakan tipe AMP berkapasitas besar. 

Hal terpenting jika kita sudah membangun Asphalt mixing plant adalah penyiapan SDM yang mampu menghandle semua kegiatan yang ada di AMP. Tidak kalah penting adalah kontraktor harus merekrut Mekanik yang mampu memperbaiki mesin- mesin AMP. 

Demikian tips untuk membangun Asphalt mixing plant pada sebuah proyek jalan. semoga bermanfaat. 

0 Response to "Pertimbangan dalam membangun Asphalt Mixing Plant (AMP) pada proyek Jalan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

youtube

Iklan Bawah Artikel