Arsitek Vs Teknik Sipil, Mana yang lebih Baik?

Arsitek Vs Teknik Sipil, Mana yang lebih Baik?- Judul pada artikel ini lumayan agak kontroversial bagi saya sebagai penulis. Mengapa demikian? Karena memang untuk membandingkan kedua disiplin ilmu tersebut sangat sulit untuk dilakukan. Apalagi dunia konstruksi itu sangat luas sehingga tidak hanya arsitek ataupun teknik sipil yang dibutuhkan perannya melainkan banyak lagi seperti Mekanikal, Elektrikal, Teknik kelautan, Geologi dan sebagainya. 

Arsitek dan teknik sipil mempunyai peran masing- masing di dunia kontruksi. Jika arsitek lebih condong ke perencanaan maka teknik sipil lebih banyak berperan ke pelaksanaan lapangan. Namun keduanya pun juga bisa saling mengisi dan bersatu padu untuk menyelesaikan segala permasalahan pada suatu proyek berdasarkan ruang lingkup masing- masing.

Arsitek vs teknik sipil

Bagi rekan- rekan yang masih bingung akan masuk perguruan tinggi jurusan teknik sipil atau arsitek, tidak perlu bingung- bingung lagi karena saya akan mengulas perbedaan peran antara teknik sipil dan arsitek. berikut ulasan singkatnya. 

Arsitek
  1. Menciptakan suatu desain yang indah dan mempunyai konsep yang kuat.

  2. Menentukan spesifikasi rencana pada bangunan terutama pada bagian fasade dan non struktural

  3. Membuat gambar detail bangunan 

  4. Memilih warna dan teksture pada bangunan

  5. Hanya fokus pada perencanaan desain atau gambar saja

  6. Mempelajari cara menampilkan desain atau ide ke owner karena akan berhubungan langsung dengan pihak owner.

  7. Dilatih untuk mempunyai imajinasi yang tinggi agar menghasilkan desain yang berbeda dan diterima oleh owner

Teknik Sipil
  1. Menghitung perencanaan struktur yang kuat dan ekonomis

  2. Menghitung realisasi biaya- biaya material yang akan digunakan

  3. Manajemen proyek (Biaya, Mutu, dan Waktu)

  4. Fokus ke perkuatan bangunan

  5. Merealisasikan desain menjadi bangunan nyata di lapangan dengan ilmu manajemen proyek

  6. Mengendalikan biaya dengan catatan kualitas bangunan tidak berkurang

  7. Dilatih untuk berpikir logika dan kemampuan perhitungan harus kuat. 
Pada suatu proyek perencanaan terdapat peran arsitek dan teknik sipil. Biasanya perencana struktur disebut juga konstruktor. Kedua ahli ini sering kali berdebat dan mempunyai prinsip yang berbeda pada satu proyek. Arsitek selalu menginginkan estetika dan fungsional bangunan sedangkan teknik sipil selalu menginginkan bangunan yang kuat dan ekonomis. Perdebatan terjadi jika sang arsitek tidak mau mengalah dan mempertahankan konsep gambarnya sedangkan saat dihitung oleh konstruktor bangunan tersebut berbahaya dari segi kekuatan. Keduanya mempunyai tanggung jawab masing- masing terhadap profesinya. Jika arsitek berkeinginan untuk memuaskan pelanggan, maka teknik sipil berkeinginan bangunan tersebut aman setelah digunakan.  Di sini lah wawasan dan pengetahuan keduanya diuji karena hanya arsitek dan teknik sipil yang berpengalaman lah yang bisa menyelesaikan permasalahan suatu proyek tanpa merugikan pihak mana pun.  

Kesimpulan dari artikel berjudul Arsitek Vs Teknik Sipil, Mana yang lebih Baik? ini adalah sama- sama mempunyai peran penting dalam industri konstruksi. Arsitek dan teknik sipil tidak bisa berjalan sendiri- sendiri. Karena pada prinsipnya owner proyek tidak mau tahu bagaimana proses pelaksanaannya. Owner hanya menginginkan hasil outputnya sesuai dengan keinginannya. 

3 Responses to "Arsitek Vs Teknik Sipil, Mana yang lebih Baik?"

  1. Saran pembaca terhadap teknik sipil,biaya,mutu,waktu dan peraturan.

    ReplyDelete
  2. Saran pembaca terhadap teknik sipil,biaya,mutu,waktu dan peraturan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul gan. Biaya mutu waktu merupakan satu kesatuan yang tidak dipisahkan dalam dunia proyek

      Delete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

youtube

Iklan Bawah Artikel