Mengenal Alat Self Loading Concrete Mixer

Mengenal Alat Self Loading Concrete Mixer- Pada artikel ini saya akan berbagi pengetahuan mengenai Apa itu Self Loading Concrete Mixer. Dari namanya saja mungkin sudah tahu artinya. Alat ini memang belum umum dan belum banyak orang pakai namun pada kondisi tertentu Alat mixer ini sangat dibutuhkan untuk kelancaran pekerjaan pengecoran. Self Loading Concrete Mixer adalah mobil/ truck yang digunakan sebagai pencampur beton namun materialnya bisa loading sendiri. Semua material penyusun beton seperti kerikil, pasir, semen bisa ditakar sendiri dengan truck dan dimasukkan sendiri ke dalam batch. Artinya alat ini bisa mandiri tidak membutuhkan bantuan loader maupun excavator untuk memasukkan material ke batch. 

Prinsip pencampuran beton pada Self Loading Concrete Mixer mempunyai prinsip yang sama dengan Batching Plant.  Namun pada alat self loading concrete mixer tidak mempunyai kapasitas sebesar Batching Plant sehingga hanya pekerjaan tertentu saja yang menggunakan alat ini. Beberapa proyek yang menggunakan Self Loading Concrete Mixer antara lain Pekerjaan Dermaga, Pekerjaan Tunnel, dan sebagainya. Di lapangan sering menggunakan istilah carmix dan fiori karena memang merk- merk tersebut yang familiar di proyek.
Beton, Mixer, Batching plant, carmix, fiori
Sumber image : carmixindonesia.com

Adapun tahapan kerja alat Self Loading Concrete Mixer ini antara lain
  1. Penakaran, Penakaran pada alat mixer ini menggunakan sekop volumetrik. Pada Carmix, satu sekop penuh berisi 500 liter material. Alat ini juga dilengkapi dengann waterflowmeter untuk menakar air. Selain itu jika diperlukan carmix bisa menggunakan timbangan elektronik untuk penakaran lebih akurat.
  2. Pengadukan, adukan pada batch atau drum pengaduk dilakukan untuk mendapatkan kualitas campuran beton sesuai dengan spesifikasi. Kelebihan dari Alat Self Loading Concrete Mixer ini dapat mengaduk dan mengantarkan beton dalam waktu yang bersamaan. 
  3. Pengantaran, Truck Self Loading Concrete Mixer memang didesain untuk daerah lokasi yang sulit dijangkau. Berdasarkan Spesifikasi Carmix, Alat ini mengunakan transmisi 4x4 dan roda offroad. Roda belakang juga dapat berbelok pada tipe 3.5 T4, sehingga memberi radius putar yang lebih dalam distribusi berat yang seimbang membuat alat ini dapat mengantar beton dan memanjat sampai kemiringan 30°. 
  4. Penuangan, Proses penuangan ini sama seperti truck mixer lainnya. Sistem penuangan yang digunakan adalah memutar balik drum sehingga beton keluar semua. 
Lalu apa saja yang perlu diperhatikan dalam menggunakan Self Loading Concrete Mixer ini? berikut aturan dasar atau prosedur yang harus diperhatikan (Mengacu pada Merk Carmix)
  1. Lokasi pengecoran dengan stock material beton tidak lebih dari 300 m. Material kerikil, pasir, semen , dan air harus tersedia dilokasi yang berdekatan. 
  2. Mempersiapkan Mix Design dengan baik di laboratorium.
  3. Langkah pertama memasukkan material adalah Air terlebih dahulu melalui waterflow meter. Jumlah air dapat ditambah atau dikurangi sesuai kebutuhan slump. 
  4. Yang kedua adalah memasukkan semen sesuai dengan mix design
  5. Yang ketiga adalah memasukkan kerikil dan pasir menggunakan sekop/ bucket sesuai dengan jumlah pada mix design. 
  6. Drum Pengaduk bisa diputar sambil berjalan menuju lokasi pengecoran selama 15 menit. 

Kapan Harus Pakai Self Loading Concrete Mixer ??

Pertanyaan selanjutnya adalah kapan kita harus menggunakan Self Loading Concrete Mixer ? 
Penggunaan alat Self Loading Concrete Mixer ini sangat tergantung dari kondisi dan jenis proyek. Biasanya proyek dengan volume beton yang tidak terlalu banyak dan terdapat di lokasi remote area akan memilih menggunakan Self Loading Concrete Mixer. Kondisi seperti ini, proyek tidak bisa mendirikan Batching Plant karena biaya tidak sebanding dengan jumlah volume beton. Sehingga digunakan alternatif yang memungkinkan untuk membuat beton dengan Self Loading Concrete Mixer. 

Kondisi kedua adalah pada Proyek Dermaga. Pengecoran dermaga biasanya dilakukan ditengah laut. Terutama saat melakukan pengecoran isian tiang pancang. Jika volume isian tiang pancang tidak terlalu banyak dan harus mengejar progres pekerjaan, maka akan dibuat stock material beton (kerikil, pasir, air, semen) pada ponton. Cukup dengan Self Loading Concrete Mixer untuk mengaduk beton sesuai dengan mutu rencana. 

Kelebihan dan Kekurangan

Setelah membahas penjelasan sistem kerja Self Loading Concrete Mixer, saya akan mulai untuk membahas kelebihan dan kekurangan penggunaan alat ini. 

Kelebihan menggunakan Self Loading Concrete Mixer
  1. Alat Self Loading Concrete Mixer bisa digunakan pada medan yang susah.
  2. Pengoperasian alat ini tidak susah karena hanya membutuhkan 2 operator saja dan 3 orang pembuka zak semen
  3. Tidak membutuhkan alat berat lainnya seperti loader maupun excavator. 
  4. Bisa mengaduk dan mengantar secara bersamaan sehingga menghemat waktu. 
Kekurangan menggunakan Self Loading Concrete Mixer
  1. Kapasitas drum pengaduk hanya 3,5 kubik. Jika untuk mengejar progres pekerjaan maka harus ditambah alatnya. 
  2. Jarak lokasi pengecoran dengan lokasi material harus kurang dari 300 m. 
Demikian pembahasan mengenai penggunaan alat Self Loading Concrete Mixer. Semoga bermanfaat. 

1 Response to "Mengenal Alat Self Loading Concrete Mixer"

  1. I definitely enjoying every little bit of it and I have you bookmarked to check out new stuff you post. self compacting concrete

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

youtube

Iklan Bawah Artikel